Mesh banyak digunakan pada running shoes, training shoes, sneakers, dan sepatu olahraga karena strukturnya dapat dibuat ringan dan memiliki banyak celah untuk sirkulasi udara. Namun sepatu bahan mesh tidak berarti semua bagian atasnya terbuat dari satu bahan yang sama.
Istilah mesh lebih tepat menggambarkan struktur kain yang berpori atau memiliki bukaan, sedangkan serat pembentuknya bisa berbeda-beda. Pada footwear modern, mesh sering dibuat dari polyester atau serat sintetis lain, tetapi konstruksi, ketebalan, ukuran pori, lapisan tambahan, dan jenis benangnya dapat berbeda pada setiap produk.
Apa itu bahan mesh pada sepatu?
Mesh adalah material tekstil dengan struktur terbuka yang membentuk banyak celah kecil di antara benang. Bukaan tersebut memungkinkan udara dan uap kelembapan bergerak lebih mudah dibanding material yang sangat rapat.
Pada sepatu, mesh sering digunakan pada bagian atas (upper), lining, atau panel yang membutuhkan ventilasi. Bentuknya bisa sangat tipis, berlapis, atau diperkuat overlay sesuai fungsi desain.
Karakteristik dasar bahan mesh
Mesh bukan berarti selalu polyester
Polyester memang sangat umum digunakan untuk membuat mesh pada sepatu olahraga karena ringan, kuat, dan mudah diproduksi dalam berbagai struktur. Namun kata “mesh” sendiri tidak menunjukkan jenis serat tertentu.
Mesh dapat dibuat dari polyester, nylon, atau kombinasi beberapa serat. Karena itu, dua sepatu yang sama-sama memiliki mesh upper belum tentu bereaksi sama terhadap panas, air, tarikan, atau gesekan.
Jika ingin mengetahui komposisinya secara pasti, lihat spesifikasi material dari produsen. Struktur pori hanya memberi petunjuk bahwa material tersebut mesh, bukan memastikan serat yang digunakan.
Ciri-ciri sepatu bahan mesh
Mesh relatif mudah dikenali dari pola bukaan kecil pada permukaannya. Ketika dilihat dekat, struktur benangnya terlihat lebih terbuka dibanding kanvas.
Ciri yang umum antara lain:
- terdapat pori atau celah kecil pada material;
- permukaan terasa seperti tekstil, bukan kulit atau karet;
- material biasanya cukup fleksibel;
- beberapa jenis mesh terasa ringan dan tipis;
- udara dapat bergerak melalui bukaan material;
- sering dikombinasikan dengan overlay sintetis untuk memperkuat bentuk.
Pada beberapa sepatu, pori mesh sangat kecil sehingga tidak langsung terlihat. Karena itu, tekstur dan spesifikasi material tetap perlu diperhatikan.
Jenis mesh yang umum ditemukan pada sepatu modern
Nama “mesh upper” masih terlalu luas karena struktur porinya dapat dirancang dengan fungsi berbeda.
Open-hole mesh
Pori terlihat jelas dan ventilasinya biasanya menjadi prioritas. Tipe ini sering ditempatkan pada area yang tidak membutuhkan struktur terlalu kaku.
Engineered mesh
Engineered mesh dirancang agar kerapatan, bukaan, atau tingkat dukungan bisa berbeda pada area tertentu dalam satu upper. Area yang perlu ventilasi dapat dibuat lebih terbuka, sementara area yang menerima tarikan dibuat lebih rapat.
Layered atau spacer mesh
Beberapa sepatu memakai mesh berlapis atau struktur tiga dimensi dengan ruang di antara lapisan. Karakternya cenderung lebih tebal dan dapat memberi bantalan atau volume tambahan dibanding mesh satu lapis.
Mesh dengan reinforcement
Mesh tipis sering dipadukan dengan film, cage, jahitan, atau overlay sintetis pada area yang menerima beban. Karena itu, daya tahan upper tidak boleh dinilai dari mesh saja; sistem penguatnya ikut menentukan bagaimana material bekerja.
Fungsi dan performa mesh pada footwear
Kenapa mesh banyak digunakan pada sepatu olahraga?
Kebutuhan sepatu olahraga berbeda dari sepatu formal atau casual leather. Kaki menghasilkan panas dan kelembapan selama aktivitas, sehingga ventilasi menjadi salah satu aspek penting.
Mesh memungkinkan area upper dibuat lebih terbuka sambil tetap diperkuat pada titik yang membutuhkan dukungan. Pada running dan training shoes, pendekatan ini juga membantu menjaga bobot bagian atas tetap rendah, meski kenyamanan akhir tetap ditentukan oleh fit, lining, midsole, outsole, dan bentuk sepatu.
Apakah bahan mesh selalu breathable?
Tidak selalu pada tingkat yang sama. Struktur pori memang memungkinkan sirkulasi udara, tetapi kemampuan bernapas tetap dipengaruhi ukuran bukaan, ketebalan material, lapisan di bawah mesh, serta overlay yang menutupinya.
Mesh dengan pori besar dan lining ringan biasanya terasa lebih sejuk dibanding mesh tebal yang dilapisi banyak material. Pada sepatu dengan reinforcement padat, sebagian area mesh juga dapat kehilangan banyak fungsi ventilasinya.
Jadi istilah breathable sebaiknya tidak dianggap sebagai karakter absolut. Mesh menyediakan potensi ventilasi, tetapi konstruksi sepatu menentukan seberapa besar manfaat tersebut benar-benar terasa.
Kelebihan bahan mesh pada sepatu

Sirkulasi udara lebih baik
Struktur terbuka memungkinkan udara bergerak melalui upper. Hal ini menjadi salah satu alasan mesh populer pada running, training, dan sepatu aktivitas.
Bobot bisa dibuat ringan
Banyak konstruksi mesh membutuhkan material yang lebih sedikit dibanding panel tebal yang padat. Pada desain tertentu, hal ini membantu menekan bobot bagian atas sepatu.
Fleksibel mengikuti gerak kaki
Mesh dapat dibuat cukup lentur sehingga mengikuti bentuk kaki ketika bergerak. Karakter ini berguna pada sepatu yang membutuhkan transisi dan tekukan berulang.
Mudah dikombinasikan dengan material lain
Mesh sering dipadukan dengan synthetic leather, TPU overlay, film reinforcement, atau material sintetis lain. Kombinasi ini memungkinkan ventilasi dipertahankan sambil memberi struktur di area tertentu.
Kekurangan bahan mesh pada sepatu
Lebih mudah menangkap debu
Bukaan kecil pada mesh dapat menyimpan debu dan partikel kotoran. Pada warna terang, kotoran tersebut bisa terlihat cukup jelas.
Serat dapat tertarik atau robek
Mesh tipis lebih rentan terhadap benda tajam, gesekan kasar, atau tarikan dibanding material padat. Satu benang yang tertarik dapat mengubah tampilan permukaan atau memperlemah area di sekitarnya.
Perlindungan terhadap air terbatas
Mesh biasa bukan material waterproof. Bukaan yang membantu ventilasi juga memungkinkan air masuk dengan lebih mudah, terutama jika sepatu tidak memiliki membran atau lapisan tambahan.
Tidak semua mesh memberi struktur yang kuat
Material yang sangat ringan dapat membutuhkan overlay atau reinforcement agar upper tetap stabil. Karena itu, kekuatan sepatu tidak bisa dinilai dari mesh saja.
Perbandingan, kualitas, dan perawatan mesh
Mesh dan knit bukan hal yang sama
Mesh dan knit sering terlihat mirip karena sama-sama dapat memiliki struktur terbuka. Namun kedua istilah tersebut menjelaskan hal yang berbeda.
Knit merujuk pada cara benang dibentuk menjadi kain melalui rangkaian loop. Mesh lebih menggambarkan struktur terbuka atau berpori pada material.
Sebuah material mesh bisa dibuat dengan teknik rajut, tetapi tidak semua knit memiliki pori seperti mesh. Sebaliknya, tidak semua material yang disebut mesh harus memiliki karakter elastis seperti knit upper.
Dalam penggunaan sehari-hari, produsen juga bisa memakai istilah pemasaran yang berbeda. Karena itu, spesifikasi produk tetap lebih akurat daripada hanya menilai dari tampilan.
Bagaimana menilai kualitas mesh pada sepatu?
Kualitas mesh tidak ditentukan hanya dari besar-kecilnya pori. Perhatikan konsistensi struktur benang, transisi kerapatan pada engineered mesh, serta bagaimana material diperkuat di toe box, sisi kaki, dan sekitar eyelet. Mesh yang baik harus bekerja bersama overlay atau konstruksi lain tanpa mudah tertarik atau berubah bentuk.
Prinsip dasar menjaga sepatu mesh
Mesh cukup sensitif terhadap gesekan. Hindari sikat sangat keras atau menggosok satu titik terlalu lama karena benang dapat tertarik.
Debu ringan sebaiknya tidak dibiarkan menumpuk di pori. Jika sepatu basah, keringkan dengan sirkulasi udara yang baik dan hindari panas langsung.
Untuk proses pencucian lengkap, gunakan panduan cleaning berdasarkan material yang sesuai; artikel ini tetap fokus pada karakter mesh sebagai bahan sepatu.
Untuk cleaning, cek treatment Deep Clean setelah mesh diperiksa.
Pertanyaan yang sering muncul
Bahan mesh sepatu adalah apa?
Mesh adalah material tekstil dengan struktur berpori atau terbuka. Pada sepatu, mesh sering digunakan pada upper atau lining untuk membantu ventilasi dan menjaga konstruksi tetap ringan.
Apakah bahan mesh selalu terbuat dari polyester?
Tidak. Polyester sangat umum, tetapi mesh juga dapat dibuat dari nylon atau kombinasi serat lain. Istilah mesh menjelaskan struktur material, bukan jenis seratnya.
Apakah sepatu bahan mesh kuat?
Bisa cukup kuat untuk penggunaan sesuai desainnya, tetapi ketahanan tergantung jenis serat, kerapatan struktur, ketebalan, reinforcement, dan lokasi penggunaannya pada sepatu.
Apakah sepatu mesh cocok untuk hujan?
Mesh biasa tidak ideal untuk hujan berat karena struktur porinya mudah dilewati air. Beberapa sepatu menambahkan membran waterproof, termasuk sistem seperti GORE‑TEX pada sepatu, tetapi kemampuan akhirnya tetap harus dilihat dari spesifikasi produknya.
Apa bedanya bahan mesh dan knit?
Knit merujuk pada teknik pembentukan kain menggunakan loop benang, sedangkan mesh menggambarkan struktur material yang terbuka atau berpori. Keduanya dapat saling beririsan, tetapi bukan istilah yang sama.
Mesh menjadi populer pada footwear karena memberi produsen cara untuk menggabungkan ventilasi, fleksibilitas, dan bobot ringan dalam satu material. Namun kualitas akhirnya tetap bergantung pada serat, konstruksi, reinforcement, dan bagaimana mesh ditempatkan pada desain sepatu.







