Sepatu trail memang dibuat untuk dibawa lari di jalur tanah, batu, rumput basah, sampai genangan kecil. Karena bentuknya lebih ringan dari boot gunung dan banyak memakai mesh atau bahan berpori, sepatu ini juga cepat membawa pulang lumpur, pasir halus, dan air ke bagian dalam.
Masalahnya, sepatu trail sering terlihat “masih aman” setelah dipakai. Padahal di sela sol bawah sudah ada tanah yang menempel, di mesh masih tersisa cipratan lumpur, dan bagian dalamnya lembap. Kalau langsung masuk tas lalu dibiarkan sampai lari berikutnya, sepatu jadi lebih susah dibersihkan dan tidak enak dipakai.
Cara merawat sepatu trail tidak perlu seperti mencuci boot besar. Yang perlu diperhatikan justru hal-hal kecil yang khas trail runner: lug di sol bawah, mesh yang menyimpan pasir, insole yang lembap, dan proses kering yang jangan dipaksa terlalu cepat.
Sepatu trail ringan, tetapi cepat membawa jalur pulang
Setelah lari di jalur tanah, ada tiga hal yang biasanya ikut pulang: lumpur di sol bawah, pasir kecil di bagian atas sepatu, dan lembap di dalamnya. Karena sepatu trail cenderung lebih ringan dan berpori, air juga bisa lebih mudah masuk dibanding sepatu harian.
Begitu selesai lari, jangan langsung menganggap semua kotoran harus hilang saat itu juga. Cukup singkirkan yang besar lebih dulu. Ketuk sol secara perlahan, keluarkan rumput atau kerikil yang terlihat, lalu masukkan sepatu ke tas tanpa menekannya dengan barang basah lain.
Begitu sampai rumah, keluarkan sepatu dari tas. Jangan tunggu sampai keesokan hari, apalagi kalau trail tadi basah atau berlumpur.
Sela lug di sol bawah bukan cuma buat terlihat garang
Lug adalah pola tonjolan di bagian bawah sepatu trail yang membantu pijakan di tanah, batu, atau jalur basah. Karena bentuknya lebih dalam dari sol sepatu running jalan raya, sela ini mudah menyimpan tanah, kerikil kecil, daun, dan lumpur.
Balikkan sepatu lalu periksa bagian bawahnya. Kalau masih ada tanah kering, sikat dulu dalam keadaan kering. Kalau lumpur masih basah dan menempel, gunakan sikat kecil dengan air secukupnya pada bagian sol saja.
| Kondisi di sol trail | Yang sebaiknya dilakukan |
|---|---|
| Debu dan tanah kering | Ketuk lalu sikat kering |
| Lumpur basah di sela lug | Sikat bagian bawah dengan sedikit air |
| Kerikil kecil tersangkut | Keluarkan perlahan dengan ujung sikat |
| Butiran tanah masuk ke banyak sela | Bersihkan sebelum sepatu masuk rak |
| Pola lug mulai aus atau sol terkelupas | Jangan hanya mengandalkan cuci; cek kelayakan pakai |
Jangan gunakan sikat sol bawah untuk mesh atau bagian atas sepatu. Butiran kasar yang menempel di sikat bisa membuat bahan atas lebih cepat terlihat kusam.
Mesh yang penuh cipratan lumpur tidak perlu disiram sampai basah kuyup
Banyak sepatu trail memakai mesh, yaitu kain berpori pada bagian atas sepatu. Bahan ini membantu sirkulasi udara, tetapi juga mudah menyimpan pasir halus dan air.
Kalau lumpur hanya berupa cipratan kecil, gunakan kain lembap yang sudah diperas atau sikat halus. Bersihkan perlahan pada area yang kotor saja. Tidak perlu menyiram seluruh upper hanya karena ada beberapa noda.
Kalau lumpurnya cukup banyak, rontokkan dulu bagian yang bisa lepas. Setelah itu, lanjutkan dengan kain lembap dan sedikit sabun lembut. Ulangi pelan-pelan bila perlu, jangan menaikkan tekanan sampai mesh berubah bentuk.
Untuk sepatu trail yang bagian atasnya sangat ringan seperti sepatu lari, kamu juga bisa melihat cara mencuci sepatu running. Bedanya, sepatu trail biasanya membawa lebih banyak tanah dan kotoran di sela lug.
Habis jalur basah, bagian dalamnya perlu dibuka lebih dulu
Sepatu trail bisa terasa kering di luar, tetapi bagian dalamnya belum tentu sama. Area tumit, lidah sepatu, dan insole sering menyimpan air serta keringat lebih lama.
Lepas tali dan keluarkan insole bila memang bisa dilepas. Letakkan terpisah agar udara masuk ke bagian dalam sepatu. Setelah itu, tekan bagian luar dengan kain kering untuk menyerap air berlebih.
Jangan langsung menyemprot pewangi ke dalam sepatu yang masih lembap. Yang dibutuhkan saat itu adalah udara dan waktu untuk kering. Kalau bau masih bertahan setelah sepatu benar-benar kering, baca juga cara menghilangkan bau sepatu tanpa dicuci.
Kering di bagian luar belum tentu siap untuk trail berikutnya
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah melihat mesh sudah tampak kering lalu langsung memakai sepatu lagi. Padahal bagian dalam bisa masih dingin, lembap, dan belum nyaman untuk dipakai lari.
Masukkan kertas bersih secara longgar ke bagian depan dan dalam sepatu. Ganti bila kertas sudah terasa lembap. Keringkan di tempat teduh dengan aliran udara baik. Kipas angin biasa boleh digunakan dari jarak aman.
Hindari mesin pengering, hair dryer panas, radiator, atau matahari terik. Pengeringan yang terlalu agresif bisa membuat bahan dan sambungan sepatu menerima panas yang tidak perlu.
Kalau kamu sering trail run, dua pasang sepatu yang dipakai bergantian bisa membantu. Satu pasang punya waktu untuk benar-benar kering, sementara pasangan lain tetap siap dipakai.
Sepatu trail dan sepatu gunung memang sama-sama outdoor, tetapi tidak sama
Sepatu trail biasanya lebih rendah, lebih ringan, dan lebih banyak bahan berpori. Sepatu gunung atau hiking boot umumnya lebih tinggi, lebih tebal, dan dipakai untuk trek yang berbeda.
Karena itu, sepatu trail perlu perhatian ekstra pada mesh, bagian dalam, dan proses pengeringan. Sementara boot gunung lebih sering membutuhkan pengecekan pada panel yang lebih tebal, jahitan, toe cap, serta sol yang lebih berat.
Kalau sepatumu berupa boot tinggi untuk pendakian, baca cara mencuci sepatu gunung setelah trek. Kalau kondisi utamanya adalah lumpur berat yang sudah naik ke banyak bagian, artikel cara mencuci sepatu outdoor yang kotor karena lumpur juga bisa membantu saat seluruh sepatu perlu ditangani lebih hati-hati.
Jangan biarkan kotoran dari jalur tinggal sampai berhari-hari
Tidak semua sepatu trail harus dicuci total setelah satu kali lari. Jalur kering dengan debu ringan biasanya cukup ditangani dengan sikat sol dan pengeringan bagian dalam.
Namun, kalau lumpur sudah menempel di banyak bagian, bagian dalam mulai bau, atau sepatu habis dipakai di jalur basah lalu tersimpan lama, jangan menunggu sampai kotorannya mengeras dan sulit turun.
Untuk kondisi yang sudah berat, Deep Clean bisa menjadi opsi setelah bahan dan kondisi sepatunya dicek. Untuk area Tangerang Raya, Shoekoerin menyediakan layanan cuci sepatu Tangerang dengan pickup-delivery. Saat konsultasi, jelaskan apakah sepatu dipakai trail run, terkena lumpur, kehujanan, atau punya masalah bau agar penanganannya tidak disamakan dengan sneakers biasa.
Biar trail berikutnya tidak dimulai dengan sepatu yang masih pengap
Merawat sepatu trail tidak harus rumit. Buang tanah dari lug, jangan biarkan mesh menyimpan lumpur terlalu lama, keluarkan insole saat basah, dan beri waktu sampai bagian dalam benar-benar kering.
Kebiasaan kecil ini membantu sepatu tetap lebih nyaman saat dipakai lari lagi. Kamu juga tidak perlu mencuci seluruh sepatu terus-menerus hanya karena habis melewati jalur tanah.
FAQ
Apakah sepatu trail boleh dicuci dengan air?
Boleh dibersihkan dengan air secukupnya, terutama pada sol bawah yang terkena lumpur. Namun, sepatu sebaiknya tidak direndam karena mesh, insole, dan bagian dalamnya bisa menyimpan air terlalu lama.
Bagaimana cara membersihkan lumpur di lug sepatu trail?
Ketuk sol untuk menjatuhkan lumpur besar, lalu sikat sela lug. Kalau lumpur masih menempel, gunakan sedikit air pada bagian bawah dan lanjutkan dengan sikat kecil.
Bolehkah sepatu trail dicuci dengan mesin?
Lebih aman dibersihkan manual. Putaran mesin, deterjen berlebih, dan panas dari pengering dapat memperlakukan bahan serta sambungan sepatu terlalu keras.
Kenapa sepatu trail cepat bau setelah dipakai?
Trail run sering membuat bagian dalam terkena kombinasi keringat, air, dan tanah. Kalau sepatu langsung masuk tas atau rak saat masih lembap, bau lebih mudah muncul.
Kapan sepatu trail aman dipakai lagi?
Saat bagian dalam, insole, lidah sepatu, dan bahan atasnya sudah benar-benar kering. Pastikan juga tidak ada kerikil atau lumpur yang masih tersangkut di sol bawah.
