Model sepatu Clarks mencakup jauh lebih banyak daripada Wallabee. Current official catalog menampilkan heritage icons seperti Wallabee, Desert Boot, dan Desert Trek, lalu model modern seperti Torhill, Wallabee Lite, Flex Hybrid, Step 365, Code series, serta berbagai dress shoes, loafers, sport shoes, boots, dan women's footwear.
Di Indonesia, pencarian untuk Clarks sangat sering berpusat pada Wallabee karena bentuk moccasin dan crepe sole-nya mudah dikenali. Namun current lineup menunjukkan bahwa Clarks tetap aktif mengembangkan model baru di luar Originals.
Karena itu, cara paling aman membandingkan model Clarks adalah melihat family, material upper, jenis outsole, fungsi, dan positioning-nya. Produk dari Clarks Originals memiliki konteks berbeda dari dress shoe modern, walking shoe, atau model lifestyle baru.
Cara memahami model sepatu Clarks
Clarks membagi katalog berdasarkan Originals, dress, boots, sneakers, loafers, sport shoes, wear-to-work, Cloudsteppers, dan berbagai lini comfort lain. Clarks Originals menjadi rumah bagi desain heritage seperti Desert Boot, Wallabee, dan Desert Trek. Di sisi lain, mainline current memiliki model baru seperti Flex Hybrid, Step 365, Lockton Lace, Craftwell Plain, serta CODE series.
Model sepatu Clarks terbaru
Istilah model sepatu Clarks terbaru sebaiknya dibaca sebagai current new arrivals pada saat pencarian, bukan urutan sejarah peluncuran. Current new arrivals pria menampilkan nama seperti Flex Hybrid, Smokeford Trek, Step 365 Plain, Step 365 Lace, Lockton Lace, serta Wallabee Lite. Ketersediaan, colorway, dan urutan katalog dapat berubah dari waktu ke waktu.
Sepatu Clarks Wallabee
Wallabee adalah salah satu model paling ikonik dari Clarks Originals. Clarks menyebut model ini diperkenalkan pada 1968 dengan bentuk yang terinspirasi moccasin dan clean structural silhouette.
Versi Wallabee current tersedia dalam suede dan leather dengan lightweight EVA midsole serta pebble crepe rubber sole. Perbedaan varian tetap perlu dicek melalui material, outsole, dan detail fit yang spesifik.
Wallabee suede
Wallabee Black Suede current memakai premium suede upper, leather lining, EVA midsole, dan crepe sole. Suede memberi tekstur khas tetapi membutuhkan cleaning lebih konservatif dibanding smooth leather.
Wallabee leather
Wallabee Black Leather memakai premium leather upper dengan construction dan crepe sole yang tetap mempertahankan identitas Wallabee. Leather version lebih mudah dilap untuk debu ringan, tetapi tetap membutuhkan controlled moisture dan cleaner yang sesuai.
Wallabee Boot
Wallabee Boot mempertahankan moccasin construction dan crepe outsole tetapi mempunyai shaft lebih tinggi. Current version tersedia dalam suede maupun leather sehingga perawatan tetap harus mengikuti upper yang spesifik.
Shaft yang lebih tinggi memberi coverage berbeda dibanding Wallabee low, tetapi DNA produknya tetap terlihat pada moccasin toe dan pebble crepe sole. Karena itu, pengguna yang menyukai bentuk Wallabee klasik tetapi menginginkan tampilan lebih boot-like dapat melihat varian ini tanpa berpindah ke Desert Boot.
Wallabee Lite sebagai versi lebih ringan
Wallabee Lite merupakan current reinterpretation dari icon Wallabee. Clarks menyebutnya sebagai icon reimagined for everyday comfort dengan lightweight cushioned comfort, removable footbed, dan durable supportive EVA outsole.
Bedanya dengan Wallabee klasik
Wallabee klasik menggunakan signature crepe sole, sementara Wallabee Lite bergerak ke konstruksi yang lebih ringan dengan EVA outsole. Perbedaan ini membuat karakter pijakan dan treatment outsole tidak sama meskipun bentuk upper masih mempertahankan identitas Wallabee.
Wallabee Lite juga memakai removable footbed, sedangkan product page Wallabee klasik yang menjadi acuan lebih menekankan leather sock, EVA midsole, dan crepe outsole. Perbedaan interior ini penting jika pengguna sensitif terhadap cushioning atau ingin mengetahui apakah footbed bisa dilepas.
Desert Boot sebagai icon sejak 1950
Desert Boot dirancang Nathan Clark pada 1950 dan menjadi salah satu fondasi Clarks Originals. Clarks menyebut desain awalnya terinspirasi rough boot dari Old Bazaar Cairo, lalu dibangun dengan clean lines dan crepe sole.
Material Desert Boot
Current Desert Boot hadir dalam beeswax leather, suede, dan beberapa finish lain. Crepe sole menjadi bagian khas model klasik, sehingga noda dan perubahan warna pada sole perlu dibedakan dari kerusakan struktural.
Beeswax leather dan suede juga memberi karakter aging yang berbeda. Leather cenderung menunjukkan crease dan perubahan tone, sedangkan suede lebih mudah menunjukkan perubahan nap, debu, atau water mark jika terkena kelembapan berlebihan.
Desert Boot Evo
Current catalog juga menampilkan Desert Boot Evo sebagai interpretasi lain dari family Desert Boot. Nama Evo menunjukkan bahwa satu icon dapat berkembang menjadi konstruksi yang berbeda tanpa menghapus identitas family aslinya.
Desert Trek dengan central seam
Desert Trek diperkenalkan pada 1972 dan dikenal karena central seam, Trek Man heel branding, serta foot-shaped fit. Model ini berbeda dari Wallabee walaupun keduanya sama-sama menjadi Clarks Originals icons dan sering hadir dalam suede atau leather.
Karakter visual Desert Trek
Central seam menjadi detail utama yang langsung membedakan Desert Trek. Bagi pengguna yang menyukai heritage Clarks tetapi ingin silhouette berbeda dari moccasin Wallabee, Desert Trek menjadi alternatif kuat.
Torhill sebagai hybrid heritage dan modern
Torhill merupakan koleksi yang mengambil inspirasi dari Wallabee, Desert Boot, dan Desert Trek lalu menambahkan chunky Big Gripper sole dengan nuansa 1990-an. Current Torhill Collection menampilkan Torhill Hi, Torhill Lo, dan Torhill Lace dalam leather, suede, nubuck, dan combination upper.
Torhill Lo
Torhill Lo memiliki silhouette rendah dan lebih dekat ke casual shoe. Chunky sole membuat visualnya jauh berbeda dari crepe sole minimal pada Wallabee klasik.
Torhill Hi
Torhill Hi membawa bentuk lebih tinggi dengan karakter boot. Model ini cocok bagi pengguna yang ingin DNA heritage Clarks tetapi dengan outsole yang lebih modern dan tebal.
Current Torhill collection juga tersedia dalam leather, suede, nubuck, dan combination upper. Jadi istilah Torhill tidak menunjuk satu material tertentu, sementara chunky Big Gripper sole menjadi benang merah desain yang lebih konsisten.
Dress shoes dan wear-to-work
Clarks tetap memiliki kategori dress yang besar. Current men's new arrivals menampilkan Craftwell Plain, Flex Hybrid, CODE Tie, CODE Lace, dan CODE Hybrid Plain.
Model seperti ini berada pada positioning berbeda dari Clarks Originals. Spesifikasi model tetap menjadi acuan utama sebelum membeli atau melakukan perawatan.
Craftwell Plain
Craftwell Plain current muncul sebagai men's dress-style shoe dengan leather upper pada beberapa colorway. Untuk kebutuhan kantor formal, family semacam ini lebih relevan dibanding Wallabee yang lebih casual.
CODE series
CODE series menampilkan pendekatan dress-casual modern dengan teknologi impact absorption pada current catalog. Nama seperti CODE Lace, CODE Tie, CODE Hybrid Vibe, dan CODE Hybrid Plain menunjukkan variasi closure dan silhouette dalam satu konsep comfort modern.
Kelompok ini cocok dijadikan pembanding ketika pengguna ingin tampilan rapi tetapi tidak terlalu heritage seperti Desert Boot atau terlalu casual seperti Wallabee. Material leather dan combination pada current variants juga membuatnya lebih mudah masuk ke wardrobe kerja modern.
Step 365 dan sport-casual shoes
Step 365 Plain dan Step 365 Lace muncul pada current men's new arrivals sebagai sport-oriented casual shoes. Model ini berada pada sisi yang lebih ringan dan practical dibanding heritage Originals.
Cocok untuk penggunaan harian
Sport-casual construction lebih mudah dipadukan dengan commuting atau aktivitas panjang dibanding formal shoe yang kaku. Tetap cek upper, outsole, dan width karena current Step 365 tersedia dalam material dan colorway berbeda.
Model wanita Clarks
Current women's catalog mencakup loafers, flats, sneakers, heels, boots, clogs, mules, dan Clarks Originals. New arrivals menampilkan model seperti Breeze Rose, Carleigh Lily, Cathrynn Jazz, Nalle T-Toe, Maye Kaylie, dan Wallabee Lite.
Flats dan loafers
Model seperti Carleigh Lily dan Nalle T-Toe berada pada kategori yang lebih rapi untuk kerja atau smart casual. Material current dapat berupa leather, suede, patent, atau combination sehingga cleaning perlu mengikuti finish.
Boots dan heels
Maye Kaylie, Iridessa Clara, dan model lain menunjukkan breadth Clarks wanita di luar casual flats. Heel height dan boot construction perlu dipertimbangkan berdasarkan durasi penggunaan, bukan hanya visual.
Material antar-model Clarks berbeda
Suede dan leather sangat kuat pada Clarks Originals, tetapi current catalog juga menggunakan nubuck, technical textile, synthetic combination, EVA, rubber, dan material lain tergantung family. Karena itu, tidak tepat menyebut seluruh Clarks sebagai sepatu kulit.
Crepe sole
Wallabee dan Desert Boot klasik dikenal dengan crepe sole. Crepe memiliki karakter visual dan tekstur berbeda dari EVA atau rubber outsole modern dan cenderung menunjukkan perubahan warna seiring penggunaan.
EVA pada model baru
Wallabee Lite memakai EVA outsole, sementara Wallabee klasik menggunakan EVA midsole dan crepe outsole. Perbedaan kecil ini penting saat pengguna membandingkan feel, bobot, dan durability.
Cara memilih ukuran Clarks
Ukuran perlu mengikuti size guide dan model yang spesifik. Wallabee memiliki moccasin-inspired shape, sementara dress shoes dan sport-casual models memakai last berbeda. Size yang terasa pas pada satu family belum tentu identik pada family lain.
Perhatikan width
Clarks menyediakan width option pada sejumlah model. Pengguna dengan forefoot lebar sebaiknya tidak hanya menaikkan size panjang jika masalah utamanya adalah width.
Menaikkan size hanya untuk mendapatkan ruang lebar dapat membuat heel terlalu longgar dan toe room berlebihan. Karena itu, width option dan bentuk last lebih berguna untuk dipertimbangkan bersama panjang kaki.
Cara merawat Wallabee dan model suede

Untuk suede, mulai dengan dry brushing menggunakan brush khusus yang lembut. Hindari membuat upper terlalu basah karena nap dapat berubah dan warna menjadi tidak rata. Panduan lebih detail dapat dilihat pada cara merawat sepatu suede.
Pada Wallabee, perhatian juga perlu diberikan pada crepe sole. Crepe dapat berubah warna dan menarik debu selama pemakaian, sehingga tujuan cleaning sebaiknya realistis: mengangkat kotoran yang bisa dilepas tanpa memaksa sole kembali terlihat seperti baru. Penggosokan terlalu agresif justru dapat mengubah tekstur permukaan.
Untuk Desert Boot suede, prinsipnya serupa pada upper, tetapi bentuk boot membuat area collar dan bagian dalam membutuhkan waktu drying lebih lama dibanding low shoe. Sepatu sebaiknya tidak langsung disimpan setelah cleaning sampai seluruh lining benar-benar kering.
Leather membutuhkan pendekatan berbeda
Smooth leather dapat dibersihkan menggunakan kain lembut dan controlled moisture. Untuk dasar perawatan material, lihat sepatu bahan kulit.
Kapan Deep Clean lebih tepat?
Deep Clean lebih relevan ketika kotoran sudah menyebar ke upper, lining, midsole, outsole, dan interior. Untuk area Tangerang Raya, Shoekoerin menyediakan Deep Clean Rp30.000 dengan free pickup-delivery se-Tangerang Raya dan pembayaran setelah pengerjaan.
Treatment mengikuti material aktual. Deep Clean tidak mengembalikan crepe sole yang aus, EVA yang sudah compressed, suede yang rusak struktural, atau leather yang robek.
Ringkasan model sepatu Clarks
Jika tujuan utama adalah heritage look, Wallabee, Desert Boot, dan Desert Trek menjadi tiga referensi paling jelas. Wallabee menawarkan moccasin silhouette, Desert Boot memakai chukka profile yang minimal, sedangkan Desert Trek punya central seam dan foot-shaped fit yang sangat khas.
Untuk pengguna yang ingin reinterpretasi lebih modern, Wallabee Lite dan Torhill memberi arah berbeda: Lite mengejar bobot dan cushioning yang lebih ringan, sedangkan Torhill membawa chunky Big Gripper sole serta nuansa 1990-an.
Model sepatu Clarks current dapat dibagi menjadi heritage Originals dan mainline modern. Wallabee, Desert Boot, dan Desert Trek menjadi tiga icon utama, sedangkan Wallabee Lite dan Torhill menunjukkan bagaimana Clarks terus mengembangkan desain heritage ke konstruksi baru.
Di luar Originals, current catalog juga memiliki dress shoes, CODE series, Step 365, loafers, boots, sport shoes, flats, dan heels. Jika mencari sepatu Clarks Wallabee, periksa apakah modelnya suede, leather, boot, atau Wallabee Lite karena outsole dan materialnya berbeda. Jika mencari model terbaru, gunakan current new arrivals sebagai snapshot dan jangan menganggap semua produk baru memiliki fungsi atau material yang sama.







