Sejarah sepatu League dimulai dari pengalaman panjang industri footwear Indonesia sebelum nama League sendiri masuk ke pasar. Di bawah PT Berca Sportindo dan ekosistem Berca Retail Group, tim di belakang League telah lebih dulu terlibat dalam distribusi, pengembangan, dan manufaktur berbagai merek olahraga internasional.
Milestone yang paling konsisten terdokumentasi adalah 2004. Pada tahun tersebut League mulai diproduksi dan masuk ke industri footwear Indonesia sebagai merek lokal dengan fokus awal pada sepatu olahraga dan gaya hidup.
Dua dekade kemudian, League tidak lagi hanya dikenal sebagai produsen sepatu. Current brand 2026 sudah mencakup footwear, apparel, dan accessories untuk running, training, basketball, football, racquet sports, lifestyle, serta aktivitas harian dengan filosofi “Lead The Way”.
Akar industri sebelum League lahir
Sebelum League diproduksi, PT Berca Sportindo telah memiliki pengalaman panjang menangani merek olahraga internasional. Pengalaman tersebut mencakup distribusi, pengembangan produk, retail, dan hubungan dengan fasilitas manufaktur footwear.
Pengalaman lebih dari dua dekade ini menjadi fondasi penting karena League tidak dibangun oleh tim yang baru mengenal industri sepatu. Pengetahuan mengenai quality control, produksi skala besar, distribusi nasional, dan kebutuhan konsumen sudah lebih dulu terbentuk.
Berca Retail Group
League berkembang di bawah PT Berca Sportindo yang berada dalam ekosistem Berca Retail Group. Pada masa awalnya, jaringan tersebut berkaitan dengan distribusi berbagai sportswear international brands di Indonesia.
Jaringan retail yang telah terbentuk membantu League masuk ke pasar dengan jalur distribusi yang lebih siap dibanding brand yang memulai sepenuhnya dari nol. Perkembangan ini membantu menjelaskan bagaimana League terus beradaptasi selama lebih dari dua dekade.
Pengalaman dengan brand internasional
Materi korporat lama mencatat pengalaman menangani brand seperti Nike, Nike Golf, And1, Adidas, serta pengalaman manufaktur untuk nama global. Pengalaman ini tidak berarti League adalah produk dari brand internasional tersebut. League tetap dikembangkan sebagai merek Indonesia dengan identitasnya sendiri.
2004: League masuk industri footwear Indonesia
Tahun 2004 menjadi milestone utama sejarah League. Company profile resmi menyebut League memasuki industri footwear Indonesia pada tahun tersebut dan kemudian berkembang sebagai brand untuk performance maupun active lifestyle.
Press release korporat juga menyebut sepatu League pertama kali diproduksi pada 2004 dengan memanfaatkan fasilitas PT Nagasakti Paramashoes Industry. Tahun ini menjadi titik yang paling konsisten digunakan dalam dokumentasi resmi League.
Kenapa 2004 lebih aman dipakai?
Beberapa materi lama pernah menyebut tahap awal pengembangan pada 2003, tetapi dokumentasi resmi yang lebih konsisten menggunakan 2004 sebagai tahun League masuk industri footwear dan mulai diproduksi. Karena itu, 2004 lebih tepat digunakan sebagai milestone komersial daripada memaksakan 2003 sebagai tanggal berdiri resmi.
Produk lokal buatan Indonesia
League secara terbuka menempatkan dirinya sebagai brand Indonesia. Current About Us juga menyebut produknya dikembangkan untuk kebutuhan konsumen Indonesia.
Identitas lokal tersebut menjadi bagian penting dari positioning League sejak fase awal. Perkembangan ini membantu menjelaskan bagaimana League terus beradaptasi selama lebih dari dua dekade.
PT Nagasakti Paramashoes Industry dan fondasi manufaktur

Fasilitas PT Nagasakti Paramashoes Industry atau PT NASA menjadi bagian penting dari cerita produksi League. PT NASA sendiri merupakan perusahaan industri sepatu olahraga yang berdiri pada 1988 dan memiliki pengalaman panjang dalam produksi footwear skala besar sebelum League lahir.
Pengalaman manufaktur sebelum League
PT NASA mulai produksi dan ekspor pada awal 1990-an serta pernah menjadi manufacturing partner untuk merek olahraga global. Pengalaman dalam cutting, stitching, assembly, injection phylon, insole, shoelace, dan fasilitas development memberi fondasi teknis yang kuat ketika League mulai diproduksi.
Kapasitas produksi bukan identitas brand
Penting membedakan fasilitas manufaktur dengan identitas merek. Pengalaman pabrik memproduksi brand internasional tidak membuat League menjadi sub-brand dari perusahaan global tersebut.
League tetap merupakan brand Indonesia yang menggunakan pengalaman manufaktur itu untuk membangun produknya sendiri. Perkembangan ini membantu menjelaskan bagaimana League terus beradaptasi selama lebih dari dua dekade.
Dari sepatu olahraga ke sportswear lengkap
Pada fase awal, kekuatan League berada pada footwear. Running, soccer, futsal, basketball, dan lifestyle menjadi kategori yang berulang kali muncul dalam company profile lama.
Seiring waktu, portfolio berkembang ke apparel dan accessories sehingga League bergerak dari merek sepatu menuju sportswear brand yang lebih lengkap. Perkembangan ini membantu menjelaskan bagaimana League terus beradaptasi selama lebih dari dua dekade.
Running menjadi kategori penting
Running menjadi salah satu kategori yang paling konsisten dalam perjalanan League. Evolusinya terlihat dari model lama dengan teknologi cushioning awal sampai current running shoes yang memakai berbagai foam, traction geometry, breathable upper, dan konstruk lebih ringan.
Futsal dan football
League juga membangun produk untuk futsal dan sepak bola. Kategori ini membantu memperluas brand di luar running dan menghubungkannya dengan olahraga yang sangat besar basis penggunanya di Indonesia.
Basketball dan lifestyle
Basketball memberi ruang bagi League untuk mengembangkan sepatu dengan stability dan support lebih tinggi, sedangkan lifestyle membuka pasar casual. Kombinasi performance dan everyday wear kemudian menjadi karakter yang terus terlihat sampai current catalog.
Perkembangan teknologi sepatu League
League tidak hanya mengandalkan harga atau identitas lokal. Sejak lama brand ini mencoba membangun teknologi sendiri untuk meningkatkan cushioning, flexibility, dan performance.
Salah satu teknologi lama yang terdokumentasi adalah Ziptech, cushioning system untuk running yang mengambil inspirasi dari mekanisme trampoline. Kehadiran teknologi ini menunjukkan League mulai membangun identitas performanya sendiri.
Ziptech
Ziptech dirancang untuk membantu mengurangi impact dan memberi energy return ketika kaki menyentuh permukaan. Teknologi ini menjadi salah satu contoh bagaimana League mulai menggunakan terminology teknologi sendiri pada running collection.
Teknologi terus berubah
Current League tidak berhenti pada Ziptech. Model modern dapat memakai BounceLite, Lite Foam, Exo-Skin, In-EVA, Agility Traction, atau teknologi lain tergantung model.
Perubahan ini menunjukkan evolusi produk, tetapi teknologi tidak boleh digeneralisasi ke seluruh sepatu League. Perkembangan ini membantu menjelaskan bagaimana League terus beradaptasi selama lebih dari dua dekade.
2012: mendukung Indonesia di Olimpiade London
Salah satu milestone besar League terjadi pada 2012 ketika brand ini mendukung tim nasional Indonesia di Olimpiade London. Company profile resmi League menyebut sponsorship tersebut sebagai salah satu highlight penting dalam perjalanan brand.
Arti milestone Olimpiade
Bagi brand olahraga lokal, keterlibatan dalam event sebesar Olimpiade memberi validasi kuat terhadap positioning performance. League tidak hanya berkomunikasi kepada casual users, tetapi juga menghubungkan brand dengan atlet dan panggung olahraga internasional.
Sponsorship menjadi bagian identitas
Selain Olimpiade, League juga aktif mendukung berbagai event olahraga dan lifestyle. Pendekatan ini membantu brand membangun hubungan langsung dengan komunitas dan pengguna, bukan hanya melalui iklan produk.
Distribusi nasional dan ekspansi internasional
Setelah masuk pasar pada 2004, League membangun distribusi luas melalui jaringan retail Indonesia. Company profile lama menyebut produk League pernah tersedia melalui lebih dari seribu titik penjualan domestik dan mulai masuk ke pasar Asia, Timur Tengah, serta Amerika Serikat.
Jaringan retail menjadi kekuatan awal
Berca Retail Group memberi League akses ke pengalaman distribusi yang sudah matang. Hal ini membantu produk lebih cepat ditemukan konsumen di department store dan jaringan retail di berbagai kota.
Current official stores lebih terstruktur
Pada 2026, League masih memiliki official stores, League Hub, Actifit, Sportindo, serta kanal ecommerce resmi. Store finder current menampilkan lokasi di Jakarta, Surabaya, Bali, Makassar, Malang, Samarinda, Pekanbaru, Palembang, Yogyakarta, dan kota lain.
2016: lahirnya League Running Buddies
Pada 2016, League membentuk League Running Buddies atau LRB bersamaan dengan penyelenggaraan League GRIP THE ROAD. Awalnya LRB merupakan komunitas pecinta lari yang menghubungkan everyday athletes dengan active lifestyle enthusiasts.
Komunitas juga menjadi tempat product testing
League tidak membangun komunitas hanya untuk gathering. LRB digunakan sebagai salah satu ruang untuk memperoleh masukan terhadap fungsi dan desain produk melalui pengalaman pengguna secara langsung.
Lebih dari sekadar running club
Seiring waktu, LRB berkembang mencakup komunitas dengan minat pada parkour, cycling, BMX, MMA, yoga, basketball, serta profesi pendukung kesehatan seperti nutritionist dan gym trainer. Perkembangan tersebut sejalan dengan arah League dari running brand menuju ekosistem active lifestyle yang lebih luas.
Dari running ke banyak cabang olahraga
Current League menyebut aktivitas brand mencakup running, training, basketball, football, racquet sports, dan everyday active lifestyle. Ekspansi ini menunjukkan bahwa perjalanan dua dekade League bukan sekadar menambah jumlah model, tetapi memperluas fungsi produk.
Training
Training shoes membutuhkan keseimbangan stability, flexibility, dan grip yang berbeda dari running. Kategori ini membantu League menjangkau pengguna gym dan fitness yang tidak membutuhkan sepatu lari murni.
Racquet sports
Badminton dan tenis juga masuk dalam komunikasi current League. Kebutuhan lateral movement dan court traction membuat kategori racquet tidak dapat disamakan dengan running shoe.
Lifestyle tetap dipertahankan
League terus menawarkan casual footwear dan apparel karena pasar active lifestyle tidak selalu membutuhkan technical performance product. Lifestyle memungkinkan teknologi dan identitas olahraga masuk ke penggunaan harian.
League dan Legas dalam satu ekosistem
Dalam perjalanan brand, nama Legas sering muncul berdampingan dengan League. Kanal resmi pernah menampilkan League dan Legas sebagai label terpisah dalam ekosistem yang sama, dan official marketplace juga menjual keduanya.
Legas bukan typo League
Legas memiliki model dan kategori sendiri, termasuk running, lifestyle, dan futsal pada struktur katalog yang terdokumentasi. Karena itu, sejarah League tidak boleh menghapus identitas Legas atau menyebut seluruh Legas sebagai sekadar model League.
League berkembang lebih luas
Pada current 2026, League memiliki breadth kategori dan new product flow yang jauh lebih terlihat. Perbedaan keduanya perlu dibaca berdasarkan model, kategori, dan generasi produk, bukan asumsi bahwa salah satunya palsu.
2024 hingga 2025: masuk Jakarta Fashion Week
League tampil di Jakarta Fashion Week 2025 pada Oktober 2024 dengan konsep ready-to-wear “Reflection, Reaction, Discretion”. Langkah ini menunjukkan perluasan League ke area sportswear fashion tanpa meninggalkan akar performance.
Running, tennis, dan golf di runway
Pada JFW 2025, League menampilkan 16 looks yang dibagi menjadi enam running looks, enam tennis looks, dan empat golf looks. Produk yang diperkenalkan dijadwalkan masuk penjualan mulai kuartal pertama 2025.
Sportswear dan fashion semakin dekat
Kehadiran di runway memperlihatkan bahwa League tidak lagi melihat pakaian olahraga hanya sebagai perlengkapan aktivitas. Pattern, graphics, silhouette, dan styling menjadi bagian dari cara brand berkomunikasi kepada active lifestyle consumers.
League pada 2026
Perjalanan lebih dari dua dekade membuat League sekarang membawa dua identitas sekaligus: performance brand dan everyday sportswear. Akar lokal tetap dipertahankan, sementara bahasa produk, retail, teknologi, dan komunitas terus menyesuaikan perubahan perilaku konsumen Indonesia.
Lebih dari dua dekade setelah 2004, League masih aktif sebagai brand Indonesia dan membawa filosofi “Lead The Way”. Current catalog mencakup footwear, apparel, dan accessories untuk pria, wanita, serta anak dengan kombinasi performance-driven innovation dan contemporary design.
Running tetap terus dikembangkan
Model current seperti Valiant Lite, Galasia, Ultrax, Keiken, Kaiken, dan family lain menunjukkan running masih menjadi salah satu pusat inovasi League. Technology vocabulary juga terus berubah seiring penggunaan foam, upper construction, dan traction baru.
Retail dan ecommerce berjalan bersama
League tidak hanya bergantung pada department store seperti pada masa awal. Official website, marketplace, store, Hub, dan membership ecosystem membuat hubungan dengan pengguna jauh lebih langsung.
Cara merawat sepatu League modern
Karena current model memakai kombinasi mesh, textile, synthetic overlay, rubber, EVA, dan material lain, treatment perlu mengikuti pasangan yang spesifik. Untuk running shoes, panduan dapat dilihat pada cara mencuci sepatu running. Jika upper memakai mesh, lihat juga sepatu bahan mesh.
Jika sepatu League sudah kotor menyeluruh pada upper, lining, insole, midsole, dan outsole, Shoekoerin menyediakan Deep Clean Rp30.000 untuk area Tangerang Raya dengan free pickup-delivery dan pembayaran setelah pengerjaan. Deep Clean tidak mengembalikan foam yang sudah compressed, outsole yang aus, upper yang robek, atau struktur sepatu yang rusak.
Ringkasan sejarah sepatu League
League lahir dari ekosistem industri footwear yang sudah memiliki pengalaman panjang dalam manufaktur dan distribusi merek olahraga. Milestone utamanya terjadi pada 2004 ketika sepatu League mulai diproduksi dan brand masuk ke industri footwear Indonesia.
Fondasi manufaktur PT Nagasakti Paramashoes Industry membantu League berkembang dari running, soccer, futsal, basketball, dan lifestyle menuju sportswear brand yang lebih luas. Perjalanan tersebut juga diiringi pengembangan teknologi seperti Ziptech dan generasi teknologi baru pada current models.
Pada 2012, League mendukung tim Indonesia di Olimpiade London. Empat tahun kemudian, League Running Buddies lahir sebagai komunitas yang juga membantu membangun feedback loop antara pengguna dan pengembangan produk.
League kemudian memperluas diri ke running, training, basketball, football, racquet sports, golf, lifestyle, apparel, dan accessories. Penampilan di Jakarta Fashion Week 2025 menunjukkan bagaimana brand mulai mempertemukan performance sportswear dengan fashion.
Pada 2026, League tetap menempatkan dirinya sebagai brand Indonesia dengan filosofi “Lead The Way”. Perjalanannya memperlihatkan bagaimana pengalaman manufaktur lokal dapat berkembang menjadi merek sportswear nasional yang bertahan lebih dari dua dekade dan terus beradaptasi dengan teknologi, komunitas, retail, serta gaya hidup aktif.







