Mencari model sepatu Gucci tidak cukup dengan melihat mana yang paling baru di etalase. Gucci memiliki beberapa keluarga footwear dengan fungsi, bentuk, dan karakter yang cukup berbeda, mulai dari sneaker rendah seperti Ace sampai loafer formal dengan Horsebit, chunky sneaker seperti Rhyton, serta pump dan sandal untuk wanita.
Karena katalog berubah mengikuti musim dan koleksi, istilah “model terbaru” sebaiknya tidak dipahami sebagai satu daftar permanen. Model yang tersedia hari ini bisa berubah, sedangkan beberapa nama seperti Ace, Jordaan, Horsebit 1953, Screener, dan Rhyton tetap dikenal karena memiliki identitas desain yang kuat.
Panduan ini membahas model sepatu Gucci berdasarkan keluarga dan karakter pemakaiannya. Tujuannya bukan membuat katalog lengkap, melainkan membantu membedakan seri yang sering muncul agar lebih mudah memilih model sesuai kebutuhan, gaya, dan cara perawatan.
Cara memahami jenis dan model sepatu Gucci
Secara praktis, sepatu Gucci dapat dikelompokkan ke beberapa kategori besar: sneakers, loafers dan moccasins, dress shoes, boots, serta sepatu wanita seperti pumps, slingbacks, ballet flats, dan sandals. Di dalam kategori itu terdapat family atau nama model yang lebih spesifik.
Nama family lebih berguna daripada hanya melihat warna atau motif. Dua sepatu sama-sama memakai Web stripe, misalnya, belum tentu berasal dari family yang sama karena detail silhouette, sole, material, dan konstruksinya dapat berbeda.
Material juga tidak selalu konsisten pada setiap varian. Satu model dapat hadir dalam leather, GG canvas, suede, atau kombinasi beberapa bahan, jadi karakter perawatan perlu dilihat per SKU atau varian.
Gucci Ace
Ace merupakan salah satu family sneaker Gucci yang paling mudah dikenali. Siluetnya cenderung low-top dan relatif ramping dibanding chunky sneaker seperti Rhyton.
Gucci masih menampilkan Ace dalam katalog sneakers pria dan wanita. Variannya dapat menggunakan leather atau GG Supreme canvas, kemudian diberi detail seperti Web, trim kontras, embroidery, atau elemen dekoratif lain.
Cocok untuk siapa?
Ace cocok bagi pengguna yang mencari sneaker luxury dengan bentuk klasik dan mudah dipadukan untuk smart-casual. Profilnya tidak setebal Rhyton dan tidak se-teknikal Re-Web.
Jika prioritasnya adalah sneaker dengan tampilan bersih dan proporsi konvensional, Ace biasanya menjadi titik awal yang mudah dipahami.
Material Ace tidak selalu sama
Jangan menganggap semua Ace adalah leather sneaker. Gucci juga memiliki Ace dengan GG Supreme canvas dan leather trim.
Karena itu, sebelum membersihkan, cek material aktual pada model yang dimiliki. Untuk dasar perawatan kulit, panduan sepatu bahan kulit dapat membantu.
Gucci Re-Web
Re-Web adalah sneaker yang menonjolkan interpretasi lebih modern terhadap kode Web milik Gucci. Proporsinya terasa lebih sporty dan konstruksi solnya berbeda dari Ace.
Family ini cocok bagi orang yang ingin identitas Gucci tetap terlihat tetapi dengan bentuk yang lebih kontemporer. Dalam katalog resmi, Re-Web hadir bersama sneaker lain seperti Ace, Screener, Rhyton, G75, dan Tempo.
Perbedaan Re-Web dan Ace
Ace memiliki bentuk low-top yang lebih klasik dan sederhana secara proporsi. Re-Web tampil lebih berlapis dan terasa lebih sporty pada struktur upper serta sole.
Keduanya tetap dapat memakai signature Gucci, tetapi karakter visualnya berbeda. Jadi pilihan sebaiknya ditentukan dari bentuk sepatu, bukan hanya logo atau warna.
Gucci Screener
Screener dikenal dengan pendekatan retro sneaker. Bentuknya mengambil inspirasi dari sepatu olahraga klasik dan sering muncul dengan kombinasi material serta finishing yang memberi kesan vintage.
Karakter ini membuat Screener berbeda dari Ace yang lebih bersih. Screener juga lebih cocok bagi pengguna yang menyukai sneaker dengan detail visual lebih banyak dan tampilan yang sengaja terasa lived-in pada beberapa varian.
Jangan salah mengartikan worn effect
Beberapa Screener memang dipasarkan dengan efek worn atau distressed sebagai bagian dari desain. Tampilan seperti ini tidak otomatis berarti sepatu kotor atau rusak.
Saat membersihkan, penting membedakan patina atau finishing bawaan dari noda sebenarnya. Cleaning yang terlalu agresif justru bisa menghilangkan karakter permukaan yang memang dirancang seperti itu.
Gucci Rhyton
Rhyton berada di sisi berbeda dari Ace. Model ini dikenal dengan proporsi lebih besar, sole tebal, dan karakter chunky sneaker.
Dalam katalog Gucci, Rhyton masih muncul sebagai salah satu sneaker pria. Beberapa varian menggunakan logo atau motif yang cukup dominan sehingga tampilannya terasa lebih statement.
Rhyton untuk tampilan chunky
Jika Ace terasa ramping dan klasik, Rhyton lebih cocok untuk pengguna yang memang mencari volume pada bagian sole dan upper. Bentuknya membuat sepatu lebih menonjol ketika dipadukan dengan outfit sederhana.
Sole yang besar juga berarti area midsole dan outsole lebih luas terkena debu. Pembersihan rutin pada bagian bawah membantu menjaga tampilannya tanpa harus menunggu kotoran menumpuk.
Gucci G75 dan Gucci Tempo
G75 dan Tempo memperlihatkan bahwa lini sneaker Gucci tidak hanya bergantung pada Ace atau Rhyton. Keduanya muncul di katalog resmi bersama family sneaker lain, tetapi memiliki bahasa desain tersendiri.
G75 cenderung mengarah pada sneaker lifestyle dengan inspirasi sport, sedangkan Tempo hadir sebagai pilihan yang lebih ringan secara visual dibanding chunky silhouette. Detail tepatnya tetap dapat berubah menurut varian dan musim.
Jangan memakai istilah “terbaru” sebagai spesifikasi
Ketika mencari model sepatu Gucci terbaru, hasil yang muncul bisa mengikuti stok retailer atau koleksi yang sedang dipasarkan. Itu tidak berarti semua model lain sudah discontinued.
Lebih aman melihat kategori resmi saat ini dan kemudian mengecek family yang sesuai kebutuhan. Katalog current adalah bukti keberadaan model sekarang, bukan bukti urutan kronologi rilis.
Sepatu pantofel Gucci
Di Indonesia, istilah sepatu pantofel Gucci sering dipakai untuk sepatu formal atau semi-formal seperti loafer dan slip-on. Dalam terminologi resmi Gucci, kategori yang lebih umum adalah loafers, moccasins, drivers, dan dress shoes.
Karena itu, pencarian “pantofel Gucci” tidak menunjuk satu model khusus. Beberapa family yang relevan justru berasal dari lini loafer, terutama Jordaan, Horsebit 1953, Como, dan Lugano.
Gucci Jordaan loafer
Jordaan adalah loafer dengan silhouette ramping dan Horsebit pada bagian vamp. Gucci menempatkannya sebagai salah satu signature loafer dan saat ini tersedia untuk pria maupun wanita.
Model ini cocok untuk tampilan formal sampai smart-casual. Beberapa varian memakai leather, sementara varian lain bisa menggunakan suede, sehingga perawatannya tidak selalu sama.
Horsebit 1953 loafer
Horsebit 1953 membawa identitas Horsebit sebagai pusat desain. Bentuknya mempertahankan karakter loafer klasik dengan hardware Horsebit yang sangat terkait dengan bahasa visual Gucci.
Dibanding sneaker, loafer seperti ini membutuhkan perhatian lebih pada upper dan sole, terutama jika memakai leather sole. Jangan membersihkan bagian upper dan bagian bawah menggunakan alat yang sama.
Gucci Como dan Lugano
Como dan Lugano termasuk nama loafer yang terlihat di katalog pria saat ini. Keduanya memberi alternatif bagi orang yang ingin loafers Gucci tetapi tidak harus memilih Jordaan atau Horsebit 1953.
Karena desain dan material dapat berganti menurut varian, jangan menyimpulkan semua Como atau Lugano memiliki upper, lining, atau sole yang sama hanya dari family name.
Loafer, driver, dan dress shoes Gucci berbeda
Walaupun di pasar lokal semuanya kadang disebut pantofel, loafer, driver, dan lace-up dress shoe punya konstruksi dan kegunaan berbeda. Loafer biasanya slip-on tanpa tali, sedangkan dress shoe dapat menggunakan sistem lace-up.
Driver umumnya dirancang dengan karakter lebih fleksibel dan kasual. Pada Gucci, kategori driver juga masih tersedia bersama loafers dan moccasins.
Membedakan kategori ini membantu pengguna memilih sepatu berdasarkan aktivitas, bukan hanya berdasarkan tingkat formalitas tampilannya.
Model sepatu Gucci wanita
Pilihan wanita lebih luas daripada hanya sneaker dan loafer. Gucci memiliki pumps, slingbacks, sandals, platforms, ballet flats, serta berbagai interpretasi Horsebit.
Ace juga tersedia untuk wanita, begitu pula Jordaan dan Horsebit loafer. Ini menunjukkan bahwa beberapa family Gucci bersifat lintas kategori gender, meski ukuran, proporsi, dan detail tiap produk tetap perlu dicek secara individual.
Pumps dan slingbacks
Pumps serta slingbacks cocok untuk kebutuhan yang lebih formal atau dressy. Gucci menggunakan leather, patent leather, GG canvas, dan material lain pada berbagai model.
Heel height juga berbeda antar-SKU. Karena itu, jangan memilih hanya dari foto depan; cek bentuk toe, tinggi heel, closure, dan material sebelum membeli.
Ballet flats dan sandals
Ballet flat menawarkan bentuk lebih rendah dan ringan, sementara sandals hadir dari flat sampai platform dan high heel. Horsebit sering muncul kembali sebagai elemen desain pada kategori wanita.
Jika tujuan utamanya kenyamanan harian, bentuk sole, tinggi heel, dan struktur upper lebih penting daripada sekadar memilih motif yang paling populer.
Bagaimana memilih model Gucci sesuai kebutuhan?
Mulailah dari aktivitas utama. Sneaker seperti Ace cocok untuk penggunaan casual yang fleksibel, sedangkan Rhyton lebih cocok ketika menginginkan chunky silhouette yang menonjol.
Untuk smart-casual dan formal, loafer seperti Jordaan atau Horsebit 1953 lebih relevan. Untuk wanita yang membutuhkan dress shoe, pump atau slingback dapat lebih sesuai daripada sneaker.
Setelah kategori dipilih, baru bandingkan material. Leather, suede, GG canvas, textile, dan kombinasi beberapa bahan akan memengaruhi rasa, tampilan, serta cara merawat sepatu.
Cara membedakan model dari materialnya
Nama model dan material adalah dua hal berbeda. Ace adalah family model, sedangkan leather atau GG Supreme adalah material. Jordaan adalah model loafer, tetapi varian tertentu dapat hadir dalam leather maupun suede.
Kesalahan memahami hal ini sering membuat orang mengira material tertentu adalah nama model. Padahal satu family bisa mempunyai beberapa material, warna, hardware, dan detail yang berbeda.
Untuk suede, baca juga panduan sepatu bahan suede. Jika sepatu menggunakan beberapa material sekaligus, bersihkan setiap zona sesuai karakter bahan masing-masing.
Apakah model lama Gucci masih relevan?
Model yang tidak terlihat pada satu halaman current catalog belum tentu dapat langsung disebut discontinued. Ketersediaan dapat berubah berdasarkan negara, musim, gender, ukuran, dan koleksi.
Karena itu, artikel ini tidak membuat daftar tahun rilis atau urutan “model lama sampai terbaru” tanpa bukti historis yang cukup. Untuk kebutuhan memilih sepatu, lebih berguna memahami silhouette dan family yang masih dikenal serta bagaimana perbedaannya.
Jika sedang melihat produk preloved, cocokkan nama model dengan karakter desain dan dokumentasi yang dapat dipercaya. Pembahasan autentikasi dan nomor seri membutuhkan pemeriksaan tersendiri dan bukan ditentukan hanya dari nama model.
Cara merawat berbagai model sepatu Gucci

Model berbeda membutuhkan perhatian berbeda karena material dan konstruksinya juga berbeda. Sneaker leather tidak dibersihkan persis sama seperti suede loafer, sementara GG canvas tidak sebaiknya diperlakukan seperti smooth leather.
Untuk perawatan dasar, angkat debu lebih dulu, gunakan kelembapan secara terkontrol, dan hindari panas langsung saat mengeringkan. Jangan merendam sepatu hanya karena bagian outsole terlihat sangat kotor.
Jika kotoran sudah menyebar ke upper, midsole, outsole, dan bagian dalam, Shoekoerin menyediakan Deep Clean Rp30.000. Untuk area Tangerang Raya tersedia free pickup-delivery dan pembayaran dilakukan setelah pengerjaan.
Perhatikan finishing bawaan model
Screener dengan worn effect, suede dengan nap, patent leather dengan permukaan mengilap, dan smooth leather tidak boleh dipaksa menghasilkan finishing akhir yang sama.
Tujuan cleaning adalah mengangkat kotoran tanpa menghapus karakter desain yang memang berasal dari pabrik.
Ringkasan perbedaan model sepatu Gucci
Jika ingin sneaker dengan bentuk klasik, Ace menjadi referensi yang paling mudah. Re-Web memberi arah lebih modern dan sporty, Screener membawa karakter retro, sedangkan Rhyton memiliki chunky silhouette yang jauh lebih tebal.
Untuk kategori yang di Indonesia sering disebut pantofel, Jordaan dan Horsebit 1953 mewakili loafer dengan identitas Horsebit yang kuat, sementara Como dan Lugano memberi pilihan family lain. Di kategori wanita, pumps, slingbacks, ballet flats, sandals, Ace, serta berbagai Horsebit shoes memperluas pilihan berdasarkan kebutuhan.
Tidak ada satu model yang paling tepat untuk semua orang. Pilih berdasarkan fungsi, bentuk, material, dan tingkat perawatan yang siap dilakukan. Dengan memahami family lebih dahulu, pencarian model sepatu Gucci menjadi lebih terarah daripada sekadar mengejar istilah “terbaru”. Pendekatan ini juga memudahkan membandingkan model tanpa mencampur nama seri, material, dan kategori sepatu.







