Bahan sepatu Ortuseight tidak bisa diringkas menjadi satu jenis material. Brand ini memiliki lini futsal, sepak bola, running, sneakers, dan walking dengan konstruksi yang berbeda. Satu model bisa memakai PU synthetic, model lain menggunakan full-grain leather dan suede, sementara running shoe tertentu mengandalkan woven upper, Pebax foam, carbon plate, dan outsole berbahan CPU.
Karena itu, bahan Ortuseight perlu dibedakan antara upper, midsole, outsole, dan insole. Nama seperti QuickFit, CumulusFoam, OrtShox, atau OrtCurve adalah teknologi pada bagian tertentu, bukan selalu nama material.
Panduan ini membahas material yang benar-benar ditemukan pada model Ortuseight, karakter tiap bahan, contoh penggunaannya, serta implikasinya terhadap perawatan. Metode paling aman adalah memulai dari treatment ringan lalu meningkatkan intensitas hanya bila diperlukan.
Apakah semua sepatu Ortuseight bahannya sama?
Tidak. Material berubah sesuai kategori dan tujuan penggunaan.
Jogosala Volta V3, misalnya, menggunakan full-grain leather, mesh, dan PU Nosew pada upper. Jogosala Radiant memakai split suede leather, mesh, dan PU Nosew. Catalyst Liberte V5 FG menggunakan knitting, PU Nosew, dan mono mesh, sedangkan Solar 2.0 memakai jacquard woven pada upper.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa istilah “bahan Ortuseight” sebaiknya selalu dikaitkan dengan model yang spesifik.
Kategori olahraga memengaruhi material
Futsal membutuhkan kombinasi grip, fleksibilitas, dan ketahanan terhadap gesekan. Football boot perlu menyesuaikan upper dengan outsole studded atau plate yang bekerja di lapangan.
Running shoe lebih menekankan bobot, breathability, cushioning, dan transisi langkah. Lifestyle sneaker dapat mengejar kenyamanan harian sekaligus tampilan.
Kebutuhan tersebut membuat kombinasi material antar-kategori berbeda. Karena itu, spesifikasi produk tetap menjadi acuan utama.
Full-grain leather pada Ortuseight
Full-grain leather muncul pada beberapa sepatu futsal Ortuseight. Jogosala Volta V3 dan Forte Nexus IN menjadi contoh current yang mencantumkan material ini pada upper.
Leather memberi karakter yang berbeda dari synthetic upper. Material ini dapat mengikuti bentuk kaki, tetapi juga membutuhkan kontrol kelembapan yang lebih baik saat cleaning.
Kombinasi leather dan mesh
Pada Volta V3, full-grain leather digunakan bersama mesh dan PU Nosew. Jadi upper-nya bukan seluruhnya leather.
Kombinasi seperti ini memungkinkan satu area mengejar struktur dan sentuhan, sementara area lain memberi ventilasi atau reinforcement.
Karena materialnya campuran, treatment juga sebaiknya dilakukan per panel. Metode paling aman adalah memulai dari treatment ringan lalu meningkatkan intensitas hanya bila diperlukan.
Untuk mengenali karakter kulit lebih jauh, lihat sepatu bahan kulit. Perbedaan fungsi komponen membuat material tersebut tidak sebaiknya digeneralisasi ke seluruh lini.
Split suede leather
Split suede muncul pada beberapa model futsal seperti Jogosala Radiant, Ascend, Victus, dan model lain. Tekstur nap membuat tekanan brush dan jumlah cairan perlu lebih dikontrol.
Suede memiliki permukaan berbulu atau nap yang lebih sensitif terhadap air serta gesekan dibanding smooth synthetic material. Tekstur nap membuat tekanan brush dan jumlah cairan perlu lebih dikontrol.
Suede sebagai reinforcement
Pada beberapa model, suede ditempatkan di area yang sering menerima gesekan atau kontak dengan bola. Tekstur nap membuat tekanan brush dan jumlah cairan perlu lebih dikontrol.
Jogosala Lineage, misalnya, menggunakan PU synthetic dengan panel suede di area depan. Ini menunjukkan bahwa suede tidak selalu menjadi material utama seluruh upper.
Karena itu, pengguna sebaiknya memperlakukan panel suede secara lokal daripada membasahi seluruh sepatu. Tekstur nap membuat tekanan brush dan jumlah cairan perlu lebih dikontrol.
Untuk perawatan material ini, lihat sepatu bahan suede dan cara merawat sepatu suede. Tekstur nap membuat tekanan brush dan jumlah cairan perlu lebih dikontrol.
Synthetic suede
Tidak semua suede pada Ortuseight harus diasumsikan natural leather. Tekstur nap membuat tekanan brush dan jumlah cairan perlu lebih dikontrol.
Sneakers Cardiff mencantumkan synthetic split suede bersama sandwich mesh. Material seperti ini memberikan tekstur suede-like tetapi berasal dari sistem synthetic.
Cara cleaning tetap perlu hati-hati karena tekstur permukaannya dapat berubah jika disikat terlalu agresif. Metode paling aman adalah memulai dari treatment ringan lalu meningkatkan intensitas hanya bila diperlukan.
Jangan menentukan material hanya dari tampilan
Natural suede dan synthetic suede dapat terlihat mirip dari luar. Tekstur nap membuat tekanan brush dan jumlah cairan perlu lebih dikontrol.
Gunakan spesifikasi produk sebagai acuan sebelum memilih cleaner atau metode perawatan. Metode paling aman adalah memulai dari treatment ringan lalu meningkatkan intensitas hanya bila diperlukan.
PU synthetic dan PU Nosew
PU synthetic banyak digunakan pada sepatu Ortuseight. Material ini bisa menjadi upper utama atau reinforcement.
PU Nosew merujuk pada lapisan synthetic yang diaplikasikan tanpa konstruksi jahitan tradisional pada area tertentu. Fungsinya dapat membantu struktur, reinforcement, atau kontrol bentuk.
Contoh penggunaan PU
Jogosala Lineage menggabungkan PU synthetic dengan suede. Forte Nexus menggabungkan full-grain leather, mesh, dan PU Nosew.
Catalyst Liberte V5 FG juga menggunakan PU Nosew bersama knitting dan mono mesh. Jadi PU dapat hadir dalam konstruksi yang sangat berbeda.
Mesh
Mesh adalah salah satu material yang paling sering ditemukan pada lini Ortuseight. Struktur berpori membantu airflow tetapi juga dapat menyimpan debu di sela serat.
Brand menggunakan istilah seperti sandwich mesh, mono mesh, jacquard mesh, engineered mesh, dan mesh biasa pada berbagai produk. Struktur berpori membantu airflow tetapi juga dapat menyimpan debu di sela serat.
Karakter umumnya adalah struktur tekstil dengan area terbuka yang membantu sirkulasi udara dan mengurangi bobot. Perbedaan fungsi komponen membuat material tersebut tidak sebaiknya digeneralisasi ke seluruh lini.
Sandwich mesh
Sandwich mesh muncul pada model futsal dan lifestyle tertentu. Struktur berpori membantu airflow tetapi juga dapat menyimpan debu di sela serat.
Jogosala Victus menggabungkan sandwich mesh dengan full-grain leather, split suede, dan PU. Cardiff memakai sandwich mesh bersama synthetic split suede.
Mono mesh
Catalyst Liberte V5 FG menggunakan mono mesh bersama knitting dan PU Nosew. Struktur berpori membantu airflow tetapi juga dapat menyimpan debu di sela serat.
Material ini menjadi bagian dari hybrid upper untuk football boot dan tidak sebaiknya disamakan dengan mesh tebal pada walking shoes. Struktur berpori membantu airflow tetapi juga dapat menyimpan debu di sela serat.
Jacquard mesh
Birmingham menggunakan jacquard mesh pada upper. Struktur berpori membantu airflow tetapi juga dapat menyimpan debu di sela serat.
Struktur seperti ini lebih dekat dengan engineered textile dan dipakai untuk membantu bobot ringan serta airflow pada penggunaan harian. Perbedaan fungsi komponen membuat material tersebut tidak sebaiknya digeneralisasi ke seluruh lini.
Untuk dasar karakter material, lihat juga sepatu bahan mesh. Struktur berpori membantu airflow tetapi juga dapat menyimpan debu di sela serat.
Knit dan woven
Ortuseight juga menggunakan konstruksi knit dan woven pada model tertentu. Konstruksi tekstilnya perlu dibersihkan dengan tekanan ringan agar serat tidak mudah berubah bentuk.
Catalyst Liberte V5 FG mencantumkan knitting pada upper, sedangkan Solar 2.0 menggunakan jacquard woven. Konstruksi tekstilnya perlu dibersihkan dengan tekanan ringan agar serat tidak mudah berubah bentuk.
Keduanya sama-sama textile-based tetapi struktur benang, kepadatan, dan fungsi konstruksinya berbeda. Perbedaan fungsi komponen membuat material tersebut tidak sebaiknya digeneralisasi ke seluruh lini.
Knit pada football boot
Knit pada Catalyst Liberte digunakan bersama PU Nosew dan mono mesh. Struktur berpori membantu airflow tetapi juga dapat menyimpan debu di sela serat.
Kombinasi tersebut membantu membentuk upper hybrid dengan collar dan area fleksibel yang berbeda dari synthetic upper konvensional. Perbedaan fungsi komponen membuat material tersebut tidak sebaiknya digeneralisasi ke seluruh lini.
Woven pada running shoe
Solar 2.0 menggunakan jacquard woven pada upper untuk mengejar konstruksi ringan. Konstruksi tekstilnya perlu dibersihkan dengan tekanan ringan agar serat tidak mudah berubah bentuk.
Karakter ini menunjukkan bahwa running Ortuseight dapat menggunakan pendekatan textile yang berbeda dari futsal atau football. Perbedaan fungsi komponen membuat material tersebut tidak sebaiknya digeneralisasi ke seluruh lini.
Compression dan injection phylon
Phylon banyak ditemukan pada midsole Ortuseight.
Beberapa model menggunakan injection phylon, sementara sneakers seperti Cardiff atau Birmingham menggunakan compression phylon. Material ini bekerja sebagai bagian cushioning, sehingga berbeda fungsi dari upper maupun outsole.
Phylon merupakan foam pada bagian midsole, bukan material upper dan bukan otomatis bagian outsole. Material ini bekerja sebagai bagian cushioning, sehingga berbeda fungsi dari upper maupun outsole.
Fungsi utamanya sebagai cushioning
Midsole foam membantu menyerap benturan dan memberi karakter pijakan. Material ini bekerja sebagai bagian cushioning, sehingga berbeda fungsi dari upper maupun outsole.
Teknologi seperti CumulusFoam bekerja pada sistem cushioning, tetapi nama teknologi tersebut tidak berarti semua model memakai komposisi foam yang identik. Material ini bekerja sebagai bagian cushioning, sehingga berbeda fungsi dari upper maupun outsole.
Cleaning hanya mengangkat kotoran pada permukaan foam dan tidak mengembalikan material yang sudah terkompresi permanen. Material ini bekerja sebagai bagian cushioning, sehingga berbeda fungsi dari upper maupun outsole.
Pebax foam dan carbon plate
Pada lini running yang lebih performance-oriented, Ortuseight juga menggunakan material yang berbeda dari phylon biasa. Material ini bekerja sebagai bagian cushioning, sehingga berbeda fungsi dari upper maupun outsole.
Solar 2.0, misalnya, mencantumkan Pebax foam pada midsole dan carbon plate di dalam konstruksinya. Material ini bekerja sebagai bagian cushioning, sehingga berbeda fungsi dari upper maupun outsole.
Material ini menunjukkan bahwa sepatu running Ortuseight tidak tepat disamaratakan dengan futsal shoes hanya karena berasal dari brand yang sama. Perbedaan fungsi komponen membuat material tersebut tidak sebaiknya digeneralisasi ke seluruh lini.
Carbon plate bukan outsole
Carbon plate merupakan komponen struktural yang bekerja bersama midsole pada running shoe.
Komponen ini tidak perlu diperlakukan sebagai permukaan cleaning terpisah karena umumnya berada di dalam konstruksi. Metode paling aman adalah memulai dari treatment ringan lalu meningkatkan intensitas hanya bila diperlukan.
Rubber outsole
Rubber merupakan material outsole yang sangat umum pada lini futsal dan lifestyle Ortuseight.
Jogosala Volta V3, Forte Nexus, Cardiff, dan Birmingham adalah beberapa contoh yang mencantumkan rubber pada outsole. Karakter tersebut membuatnya lebih cocok menerima brushing dibanding material upper yang sensitif.
Pada futsal indoor, rubber dapat digunakan bersama desain non-marking dan pola yang mendukung pivot serta gerakan multidirectional. Karakter tersebut membuatnya lebih cocok menerima brushing dibanding material upper yang sensitif.
Rubber hardness
Beberapa model seperti Jogosala Victus mencantumkan rubber hardness 55 pada outsole. Karakter tersebut membuatnya lebih cocok menerima brushing dibanding material upper yang sensitif.
Angka hardness seperti ini merupakan spesifikasi model tertentu dan tidak boleh dianggap berlaku untuk seluruh outsole Ortuseight.
TPU outsole
Football boot Ortuseight dapat menggunakan outsole TPU.
Catalyst Liberte V5 FG menjadi contoh dengan upper knitting, PU Nosew, mono mesh, dan outsole TPU. Struktur berpori membantu airflow tetapi juga dapat menyimpan debu di sela serat.
TPU memberi konstruksi yang berbeda dari rubber outsole futsal karena football boot membutuhkan plate dan stud untuk firm ground. Karakter tersebut membuatnya lebih cocok menerima brushing dibanding material upper yang sensitif.
Jangan memakai treatment futsal pada football plate secara membabi buta
Rubber indoor dan TPU football outsole menghadapi surface berbeda. Karakter tersebut membuatnya lebih cocok menerima brushing dibanding material upper yang sensitif.
Pembersihan dasar boleh sama-sama mengangkat lumpur atau debris, tetapi struktur stud dan plate membutuhkan pemeriksaan tersendiri. Perbedaan fungsi komponen membuat material tersebut tidak sebaiknya digeneralisasi ke seluruh lini.
Pebax-powered outsole
Catalyst Vision V6 FG K-Lea mencantumkan outsole dengan material Pebax-powered. Penggunaannya tetap harus dibaca berdasarkan posisi komponen dan model yang spesifik.
Model tersebut juga menggunakan K-Lea, mesh, dan PU No-sew pada upper. Struktur berpori membantu airflow tetapi juga dapat menyimpan debu di sela serat.
Ini menjadi contoh bahwa outsole Ortuseight tidak selalu rubber atau TPU. Karakter tersebut membuatnya lebih cocok menerima brushing dibanding material upper yang sensitif.
CPU outsole
Solar 2.0 mencantumkan CPU sebagai material outsole. Penggunaannya tetap harus dibaca berdasarkan posisi komponen dan model yang spesifik.
Penggunaan ini berbeda dari rubber pada futsal atau walking shoes dan memperlihatkan bagaimana kebutuhan running dapat menghasilkan pilihan material yang berbeda. Karakter tersebut membuatnya lebih cocok menerima brushing dibanding material upper yang sensitif.
Karena itu, istilah outsole Ortuseight tetap harus dibaca berdasarkan model. Bagian ini perlu dibedakan dari midsole karena tugas dan pola keausannya tidak sama.
Apa itu K-Lea?
Pada Catalyst Vision V6 FG K-Lea, Ortuseight mencantumkan K-Lea bersama mesh dan PU No-sew pada upper. Struktur berpori membantu airflow tetapi juga dapat menyimpan debu di sela serat.
Namun sumber produk yang saya gunakan tidak menjelaskan komposisi kimia atau klasifikasi material K-Lea secara rinci. Karena itu, artikel ini tidak menyebutnya sebagai kulit natural tertentu tanpa bukti tambahan.
Nama teknologi atau material proprietary sebaiknya dipertahankan sesuai penamaan brand ketika komposisinya tidak dijelaskan secara publik. Perbedaan fungsi komponen membuat material tersebut tidak sebaiknya digeneralisasi ke seluruh lini.
Bahan insole dan teknologi OrtShox
OrtShox digunakan pada berbagai model sebagai sistem insole atau foot-contoured insole dengan cushioning dan grip.
Namun OrtShox adalah nama teknologi, bukan bukti bahwa seluruh insole Ortuseight memakai satu material yang sama. Komponen interior ini juga menerima keringat dan tekanan langsung dari telapak kaki.
Jika ingin membersihkan insole, cek apakah bagian tersebut removable dan bagaimana kondisinya sebelum dilepas. Komponen interior ini juga menerima keringat dan tekanan langsung dari telapak kaki.
Untuk dasar fungsi komponen ini, lihat insole sepatu. Komponen interior ini juga menerima keringat dan tekanan langsung dari telapak kaki.
Material mana yang paling mudah dirawat?

Synthetic upper yang permukaannya relatif halus biasanya lebih mudah dibersihkan dari noda permukaan dibanding suede atau textile berpori. Tekstur nap membuat tekanan brush dan jumlah cairan perlu lebih dikontrol.
Namun “mudah dirawat” tidak berarti aman untuk semua chemical cleaner. Metode paling aman adalah memulai dari treatment ringan lalu meningkatkan intensitas hanya bila diperlukan.
Leather membutuhkan kontrol kelembapan, suede membutuhkan perhatian pada nap, mesh dan knit dapat menyimpan kotoran di struktur benangnya, sedangkan rubber outsole dapat menerima brushing lebih kuat daripada upper. Tekstur nap membuat tekanan brush dan jumlah cairan perlu lebih dikontrol.
Sepatu mixed-material membutuhkan treatment per panel
Jogosala Victus adalah contoh ekstrem karena menggabungkan full-grain leather, split suede, PU, dan sandwich mesh dalam satu upper. Karakter tersebut membuat kontrol kelembapan dan pemilihan cleaner menjadi penting.
Jika seluruh sepatu dibersihkan dengan satu metode agresif, material paling sensitif menjadi bagian yang paling berisiko. Perbedaan fungsi komponen membuat material tersebut tidak sebaiknya digeneralisasi ke seluruh lini.
Cara merawat berdasarkan bahan
Mulailah dengan dry cleaning untuk mengangkat debu dan pasir. Metode paling aman adalah memulai dari treatment ringan lalu meningkatkan intensitas hanya bila diperlukan.
Pada smooth synthetic, gunakan kain atau brush lembut dengan cleaner ringan. Pada leather, kontrol jumlah air. Pada suede, prioritaskan dry brushing. Pada mesh atau knit, gunakan tekanan ringan agar serat tidak rusak.
Outsole rubber dapat dibersihkan menggunakan brush yang lebih tegas, sedangkan outsole football dengan plate atau stud perlu dibersihkan dari lumpur tanpa merusak struktur. Karakter tersebut membuatnya lebih cocok menerima brushing dibanding material upper yang sensitif.
Kapan deep cleaning lebih tepat?
Deep cleaning lebih relevan ketika kotoran sudah menyebar ke berbagai material dan bagian sepatu. Metode paling aman adalah memulai dari treatment ringan lalu meningkatkan intensitas hanya bila diperlukan.
Sepatu mixed-material membutuhkan treatment terkontrol karena satu pasang dapat menggabungkan leather, suede, mesh, phylon, dan rubber. Tekstur nap membuat tekanan brush dan jumlah cairan perlu lebih dikontrol.
Untuk area Tangerang Raya, Shoekoerin menyediakan Deep Clean Rp30.000 dengan free pickup-delivery se-Tangerang Raya dan pembayaran setelah pengerjaan. Metode paling aman adalah memulai dari treatment ringan lalu meningkatkan intensitas hanya bila diperlukan.
Deep Clean membantu membersihkan sepatu sesuai material, tetapi tidak mengembalikan foam yang sudah terkompresi, outsole yang sudah aus, atau upper yang mengalami kerusakan struktural. Material ini bekerja sebagai bagian cushioning, sehingga berbeda fungsi dari upper maupun outsole.
Ringkasan bahan sepatu Ortuseight
Bahan sepatu Ortuseight sangat beragam. Upper dapat menggunakan full-grain leather, split suede, synthetic suede, PU synthetic, PU Nosew, sandwich mesh, mono mesh, jacquard mesh, knit, atau woven.
Midsole dapat memakai injection phylon, compression phylon, hingga Pebax foam pada running shoe tertentu. Outsole dapat menggunakan rubber, TPU, CPU, atau material Pebax-powered pada model yang spesifik.
Karena itu, tidak ada satu jawaban universal untuk pertanyaan “sepatu Ortuseight terbuat dari apa?”. Jawabannya harus mengikuti model dan bagian sepatu karena upper, midsole, outsole, dan insole membutuhkan treatment berbeda.







