Sejarah sepatu Patrobas dimulai pada 2014 ketika brand lokal ini dibangun untuk menjawab satu masalah sederhana: sepatu dengan kualitas baik sering terasa terlalu mahal bagi banyak konsumen. Dari masalah tersebut lahir filosofi Price + Benefit, yaitu memberikan manfaat produk yang terasa lebih tinggi dibanding harga yang dibayar.
Patrobas kemudian tumbuh di tengah perkembangan sneaker lokal Indonesia. Model seperti Ivan, Equip, Hawk, dan Hugo membantu membangun identitas awal, lalu brand memperluas katalog melalui Cloud, Juggler, Basic, Glare, Nomad, slip-on, sandal, hingga program custom Kreasikan Patrobasmu.
Perkembangannya juga tidak hanya datang dari produk. Patrobas membangun komunitas #GengPatrobas, aktif di media sosial, masuk ke berbagai kolaborasi, dan mempertahankan positioning sebagai produk Indonesia yang dibuat oleh pengrajin dalam negeri.
2014: Patrobas mulai dibangun
Patrobas didirikan pada 2014. Profil pendirinya, Sebastian Surya Sutantio, mencatat peran Founder Patrobas sejak Desember 2014.
Sumber wawancara yang memuat keterangan dari Patrobas menjelaskan bahwa brand dibangun karena saat itu banyak produk sepatu berkualitas memiliki harga relatif tinggi. Patrobas ingin menawarkan alternatif lokal yang lebih mudah dijangkau.
Sebastian Surya Sutantio
Sebastian menjadi nama yang paling konsisten terdokumentasi sebagai founder Patrobas. Pada masa awal, pembangunan brand dilakukan ketika ekosistem sneaker lokal belum sebesar sekarang dan penjualan online masih menjadi salah satu cara penting bagi brand kecil untuk menjangkau konsumen.
Masalah harga menjadi titik awal
Patrobas tidak lahir dengan positioning luxury atau collectible. Brand justru membangun value proposition pada keseimbangan antara harga, kualitas, desain, dan fungsi sehari-hari.
Filosofi Price + Benefit
Nama visual Patrobas sangat lekat dengan logo PB. Keterangan yang berulang pada sumber brand menjelaskan PB sebagai representasi Price dan Benefit, yaitu konsumen membayar harga yang masuk akal tetapi memperoleh manfaat produk yang diharapkan terasa lebih tinggi.
Logo P dan B
Filosofi tersebut diterjemahkan ke logo berinisial P dan B serta lengkungan stripe yang menjadi bagian dari identitas visual sepatu. Elemen ini membantu Patrobas memiliki ciri yang mudah dikenali walaupun silhouette produknya menggunakan bahasa sneaker klasik.
Bukan sekadar murah
Price + Benefit tidak sama dengan sekadar menjual sepatu termurah. Patrobas tetap menekankan material, kenyamanan, kualitas produksi, serta desain yang dapat dipakai dalam jangka panjang.
Produk Indonesia menjadi bagian identitas
Current official website menyebut seluruh produk Patrobas berasal dari tangan pengrajin dalam negeri. Brand juga menggunakan komunikasi “Produk Indonesia” dan menempatkan kebanggaan buatan Indonesia sebagai bagian dari pesan current.
Produksi lokal
Produksi lokal memberi Patrobas identitas yang kuat ketika gerakan local pride mulai berkembang. Konsumen tidak hanya membeli desain, tetapi juga melihat produk sebagai bagian dari ekosistem footwear Indonesia.
Gudang current di Tangerang Selatan
Website resmi current mencantumkan Patrobas Warehouse di Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Lokasi current ini lebih aman digunakan sebagai informasi operasional sekarang daripada mencoba mengunci satu kota sebagai asal seluruh sejarah produksi tanpa dokumentasi primer yang cukup.
Ivan menjadi salah satu silhouette penting

Ivan menjadi salah satu family yang paling mudah diasosiasikan dengan Patrobas. Current official catalog masih memiliki Ivan dan NEW Ivan dalam bentuk low maupun high dengan berbagai colorway seperti Black White, All Black, Triple White, Olympic Blue, Court Green, dan Vintage Brown.
Ivan membangun bahasa desain klasik
Ivan membawa bentuk canvas sneaker yang sederhana dan mudah dipakai sehari-hari. Silhouette seperti ini membantu Patrobas masuk ke pasar sekolah, kuliah, casual, dan streetwear tanpa membutuhkan konstruksi performance yang rumit.
NEW Ivan menunjukkan evolusi
Kehadiran NEW Ivan memperlihatkan bahwa model lama tidak hanya dibiarkan sebagai arsip. Patrobas terus memperbarui family tersebut melalui perubahan detail, warna, dan pendekatan produk sambil mempertahankan identitas dasarnya.
Equip memperluas pilihan sneaker
Equip menjadi family lain yang bertahan kuat di current catalog. Official store saat ini masih menampilkan Equip Black White, White Gum, Charcoal, All Black, Navy, Maroon, serta versi high.
Low dan high
Kehadiran versi low dan high memberi konsumen pilihan silhouette tanpa mengubah identitas family secara total. Strategi ini membantu satu model berkembang menjadi banyak colorway dan penggunaan gaya.
Dari fungsi ke identitas brand
Ketika satu family tetap dijual bertahun-tahun, konsumen mulai mengenali bentuknya sebagai bagian dari DNA brand. Ivan dan Equip menjadi dua contoh bagaimana Patrobas mempertahankan continuity tersebut.
Media sosial membantu pertumbuhan Patrobas
Patrobas berkembang pada periode ketika Instagram dan marketplace menjadi sangat penting bagi brand lokal. Penelitian mengenai komunikasi pemasaran Patrobas menunjukkan media sosial menjadi salah satu kanal utama untuk membangun awareness, interaksi, promosi, dan hubungan dengan konsumen.
Digital-native growth
Brand tidak harus bergantung penuh pada department store atau jaringan retail besar untuk dikenal. Instagram, website, marketplace, konten visual, giveaway, dan campaign membantu Patrobas menjangkau konsumen langsung.
Komunitas #GengPatrobas
Patrobas menggunakan sebutan #GengPatrobas untuk komunitas penggunanya. Current official homepage masih menempatkan ajakan menjadi bagian dari #GengPatrobas sebagai bagian utama komunikasi brand.
Kolaborasi mulai memperluas identitas
Kolaborasi menjadi salah satu tahap penting perkembangan Patrobas karena brand mulai bekerja dengan kreator, brand lain, hingga komunitas yang berada di luar footwear. Salah satu kolaborasi yang cukup dikenal adalah Patrobas El Clasico bersama Orlando Simanjuntak.
El Clasico
Dokumentasi 2021 mencatat rilisan El Clasico sebanyak 200 pasang habis dalam sekitar tiga menit. Momentum tersebut menunjukkan bahwa Patrobas sudah memiliki basis konsumen yang merespons limited release, bukan hanya membeli basic sneaker harian.
Kolaborasi bukan hanya soal scarcity
Produk kolaborasi memberi ruang untuk memakai material, warna, storytelling, dan detail yang berbeda dari inline collection. Strategi ini membantu Patrobas membangun sisi kreatif tanpa harus mengubah seluruh core catalog.
2021: kolaborasi dan ekosistem sneaker lokal
Pada 2021, Patrobas juga masuk ke Bersebelas Series bersama Tokopedia dan sejumlah brand footwear lokal lain. Program tersebut lahir ketika pelaku industri fashion lokal perlu menjaga bisnis dan lapangan kerja di tengah pandemi.
Local brand berjalan bersama
Patrobas berada dalam satu proyek dengan berbagai brand seperti Pijakbumi, Nokha, Ortuseight, FYC, dan lainnya. Kolaborasi kolektif memperlihatkan bahwa pertumbuhan sneaker lokal tidak selalu terjadi melalui persaingan, tetapi juga lewat dukungan antar-brand.
Onic dan esports
Pada akhir 2021, produk kolaborasi Patrobas dengan Onic Esports juga mendapat perhatian. Masuknya esports memperluas Patrobas dari kultur sneaker menuju komunitas digital dan gaming yang memiliki audience muda sangat besar.
2022: eksperimen material bersama Cleo
Pada 2022, Patrobas bekerja bersama Cleo dalam kampanye #LangkahMurni. Laporan tahunan PT Sariguna Primatirta mencatat kolaborasi ini menggunakan canvas rPET yang dibuat dari daur ulang botol plastik Cleo.
rPET sebagai eksperimen material
Penggunaan recycled PET memperlihatkan bahwa Patrobas pernah mengeksplorasi material di luar canvas konvensional. Namun fakta ini hanya berlaku pada proyek terkait dan tidak berarti seluruh sepatu Patrobas menggunakan bahan daur ulang.
Sustainability harus dibaca spesifik
Satu kolaborasi berorientasi daur ulang tidak otomatis mengubah seluruh brand menjadi sustainability footwear label. Klaim material tetap perlu dibatasi pada model dan proyek yang benar-benar terdokumentasi.
2023: Patrobas x EVOS
Pada Ramadan 2023, Patrobas berkolaborasi dengan EVOS. Official Patrobas menyebut proyek ini sebagai kolaborasi kedua mereka dengan tim esports setelah sebelumnya bekerja bersama Onic.
Esports menjadi pasar kreatif
Kolaborasi ini menunjukkan Patrobas memahami bahwa sneaker dapat menjadi bagian dari identitas komunitas gaming. Audience esports tidak hanya membeli merchandise tim, tetapi juga tertarik pada fashion, streetwear, dan lifestyle products.
Konsistensi kolaborasi
Dari desainer, sesama brand lokal, perusahaan consumer goods, hingga esports, Patrobas menggunakan kolaborasi sebagai alat untuk masuk ke banyak komunitas. Hal tersebut memperluas brand tanpa meninggalkan core footwear.
Cloud membawa fokus baru pada comfort
Cloud menjadi salah satu family Patrobas yang lebih menekankan kenyamanan. Current official product page menjelaskan konsep tiga bagian: mesh collar, Patrofoam Tech insole, dan breathable mesh lining.
Patrofoam Tech
Patrofoam merupakan terminology insole yang digunakan Patrobas pada Cloud. Teknologi ini tidak boleh digeneralisasi ke seluruh family karena spesifikasi setiap model tetap berbeda.
Material Cloud
Current Cloud tertentu menggunakan 12 oz canvas, breathable mesh collar dan lining, genuine suede leather logo, serta Patrofoam Tech insole. Kombinasi tersebut menunjukkan perkembangan Patrobas dari canvas sneaker sederhana menuju konstruksi dengan lebih banyak material.
Katalog berkembang di luar Ivan dan Equip
Current Patrobas tidak lagi hanya berisi beberapa canvas sneakers. Official website saat ini menampilkan kategori Ivan, NEW Ivan, Equip, Cloud, Cloud Slip On, Basic, Glare, Hawk, Juggler, Nomad, Ease, Flip, sandal, dan beberapa produk lain.
Nomad
Nomad memperlihatkan arah yang lebih modern dengan opsi sneaker dan loafer. Kehadiran loafer menunjukkan Patrobas mulai masuk ke bentuk yang tidak sepenuhnya mengikuti classic vulcanized sneaker.
Slip-on dan sandal
Cloud Slip On, Ease, Flip, serta kategori sandal memperluas penggunaan brand ke situasi yang lebih santai. Perubahan ini penting karena Patrobas tidak lagi bergantung pada satu tipe lace-up sneaker.
Kreasikan Patrobasmu dan personalisasi
Patrobas juga menyediakan Kreasikan Patrobasmu sebagai ruang custom. Program ini memungkinkan pengguna mengombinasikan warna dan bahan agar pasangan yang dibuat terasa lebih personal.
Produksi berdasarkan pesanan
Current product page custom menyebut proses pembuatan dapat membutuhkan beberapa minggu setelah pemesanan. Hal ini menunjukkan personalisasi berbeda dari membeli stock standard yang sudah siap dikirim.
Komunitas ikut berkreasi
Custom program membuat #GengPatrobas tidak hanya menjadi audience. Pengguna dapat ikut menentukan visual sepatu yang akan dimiliki, sehingga hubungan dengan brand menjadi lebih interaktif.
Patrobas pada 2026
Lebih dari satu dekade perjalanan membuat Patrobas memiliki dua lapisan identitas sekaligus: sneaker lokal dengan akar value-for-money dan lifestyle footwear yang terus memperluas bentuk, material, serta pengalaman belanja. Pertumbuhan itu tetap ditopang oleh direct-to-consumer digital channel dan komunitas yang sudah dibangun sejak era awal Instagram.
Lebih dari satu dekade setelah 2014, Patrobas masih aktif dengan official website, official marketplace, community messaging, dan katalog yang terus berkembang. Current homepage menonjolkan Ivan, Cloud, Equip, Slip On, serta berbagai current products lain dengan positioning nyaman, lokal, berkualitas, dan terjangkau.
Core value masih terlihat
Price + Benefit tetap muncul pada komunikasi current. Artinya, ekspansi produk dan kolaborasi tidak menghapus ide awal bahwa value harus terasa seimbang dengan harga.
Dari canvas sneaker ke footwear lifestyle
Perjalanan produk menunjukkan Patrobas sudah berkembang dari identitas canvas sneaker menjadi footwear lifestyle yang lebih luas. Sneaker low, high, slip-on, loafer, sandal, serta custom product sekarang hidup dalam satu katalog.
Cara merawat sepatu Patrobas sesuai generasinya
Banyak model Patrobas memakai canvas, tetapi current product juga dapat menggunakan mesh, genuine suede leather, synthetic material, foam, atau kombinasi lain. Karena itu, perawatan tidak boleh hanya berdasarkan nama brand.
Canvas dan mesh berbeda
Canvas dapat dibersihkan dengan dry brushing lalu controlled cleaning. Panduan lebih lengkap tersedia pada cara mencuci sepatu kanvas.
Mesh pada collar atau lining membutuhkan brush lebih lembut agar serat tidak tertarik. Untuk memahami materialnya, lihat sepatu bahan mesh.
Deep Clean untuk kotoran menyeluruh
Jika sepatu Patrobas sudah kotor pada upper, lining, insole, midsole, outsole, dan interior, Shoekoerin menyediakan Deep Clean Rp30.000 untuk area Tangerang Raya dengan free pickup-delivery dan pembayaran setelah pengerjaan. Treatment mengikuti material aktual pasangan. Deep Clean tidak mengembalikan foam yang compressed, outsole yang aus, suede yang rusak struktural, atau upper yang sobek.
Ringkasan sejarah sepatu Patrobas
Patrobas didirikan pada 2014 dengan Sebastian Surya Sutantio sebagai founder. Ide awalnya berangkat dari kebutuhan menghadirkan sepatu berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau, kemudian diterjemahkan melalui filosofi Price + Benefit dan logo PB.
Ivan, Equip, Hawk, Hugo, serta berbagai model awal membantu membangun identitas sneaker Patrobas. Media sosial dan komunitas #GengPatrobas kemudian mempercepat hubungan brand dengan pengguna pada saat sneaker lokal Indonesia mulai berkembang pesat.
Perjalanan berikutnya ditandai berbagai kolaborasi, mulai dari El Clasico bersama Orlando Simanjuntak, Bersebelas Series, Onic, Cleo melalui canvas rPET, hingga EVOS pada 2023. Kolaborasi tersebut membawa Patrobas ke desain, sustainability project, dan komunitas esports.
Di sisi produk, Cloud memperluas fokus kenyamanan melalui Patrofoam Tech dan breathable mesh, sedangkan Nomad, slip-on, sandal, dan custom program menunjukkan perluasan dari classic canvas sneaker ke lifestyle footwear yang lebih beragam. Pada 2026, Patrobas masih mempertahankan pesan utama yang sama: produk Indonesia, kenyamanan, kualitas, komunitas, serta value yang seimbang dengan harga. Sejarahnya menunjukkan bagaimana brand lokal yang lahir dengan proposisi sederhana dapat tumbuh melalui produk, digital marketing, kolaborasi, dan komunitas tanpa kehilangan positioning awalnya.







